“SMPN 1 Sragi Gelar Program Literasi ‘Menulis Diary Cerita’ dalam Rangka Bulan Bahasa”

Pekalongan, 25 Oktober 2024 | dalam rangka memperingati Bulan Bahasa pada bulan Oktober, SMPN 1 Sragi mengadakan program literasi bertajuk “Menulis Diary Cerita”. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk guru, Tenaga Administrasi Sekolah (TAS), serta siswa-siswi dari berbagai jenjang kelas.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan kreativitas dalam menulis, serta mendorong semua pihak untuk mengekspresikan pengalaman dan pemikiran mereka melalui tulisan. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menuliskan kisah atau pengalaman pribadi dalam bentuk diary. Karya yang dihasilkan diharapkan mencerminkan keberagaman cerita dan sudut pandang dari masing-masing peserta.

Kepala SMPN 1 Sragi menyampaikan bahwa program ini bukan hanya sekadar ajang menulis, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga sekolah melalui berbagi cerita. Selain itu, hasil karya terbaik dari setiap kategori akan dikompilasi menjadi buku antologi sebagai kenang-kenangan dan bukti nyata semangat literasi di lingkungan sekolah.

Antusiasme peserta sangat tinggi dalam mengikuti program ini. Banyak dari mereka merasa kegiatan ini memberikan ruang untuk menyalurkan kreativitas serta membangun kepercayaan diri dalam menulis. Dengan adanya program “Menulis Diary Cerita”, diharapkan budaya membaca dan menulis terus berkembang di SMPN 1 Sragi dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait